Cara Merawat dan Membersihkan Daerah Intim Wanita Agar Sehat

Thirzaskin.com – Menjaga kebersihan tubuh sudah wajib hukumnya, apalagi pada daerah intim wanita. Daerah intim wanita merupakan daerah yang paling sensitif ketimbang daerah lainnya. Jika dibersihkan secara asal-asalan, maka akan mempengaruhi masalah reproduksi pada wanita. Selain itu, akan timbul bau yang tidak sedap yang membuat wanita kurang percaya diri.

Merawat organ intim dengan cara tidak benar juga akan mempengaruhi kadar pH. Jika kadar pH tidak seimbang, maka bakteri akan mudah masuk ke dalam organ intim. Kalau sudah begini, wanita akan mudah terserang berbagai jenis penyakit kelamin.

Jika Anda tidak mau terkena penyakit kelamin, Anda harus mengetahui cara merawat dan membersihkan daerah intim wanita dengan benar.

  1. Gunakan Tisu Untuk Mengeringkan Daerah Kewanitaan

Setelah buang air kecil atau BAB, daerah intim akan basah karena terkena siraman air. Dalam hal ini, daerah intim tidak boleh dibiarkan basah begitu saja. Sebelum Anda memakai celana dalam, sebaiknya Anda mengeringkan vagina dan selangkangan dengan tisu.

Usapkan tisu dengan gerakan dari depan ke belakang secara lembut. Jangan terlalu keras karena akan melukai selangkangan dan daerah intim. Setelah benar-benar kering, barulah Anda bisa memakai celana.

  1. Gunakan Pembersih Kewanitaan

Pada dasarnya, area kewanitaan memang memiliki bau yang kurang sedap. Sampai-sampai Anda tidak tahan untuk menciumnya, apalagi pada saat datang bulan atau HAID. Untuk mengurangi bau berlebih pada daerah kewanitaan, sebaiknya Anda menggunakan pembersih kewanitaan.

Bawalah pembersih ini setiap kali Anda bepergian. Gunakan setiap kali Anda ingin mengganti pembalut. Jadi, sebelum memakai pembalut baru, Anda wajib membersihkan daerah intim dengan pembersih kewanitaan. Setelah itu, baru aplikasikan pembalut baru.

Ada banyak pembersih kewanitaan yang ada di supermarket. Pilihlah mana yang terbaik untuk Anda. Pastikan tingkat pH tidak terlalu tinggi karena akan menimbulkan masalah pada vagina. Usahakan memilih pH yang sesuai dengan keasaman daerah vagina.

  1. Tidak Membersihkan Vagina dengan Sabun Pewangi

Banyak wanita yang membersihkan daerah kewanitaan menggunakan sabun mandi. Padahal, sabun mandi mengandung pH yang tidak sesuai dengan vagina. Ini tentu saja berbahaya untuk kesehatan vagina itu sendiri.

Penting Anda ketahui, jangan pernah mengoleskan sabun pada vagina ketika Anda mandi. Lebih baik Anda menggunakan pembersih kewanitaan atau tisu. Karena sabun pewangi dipercaya dapat menyebabkan iritasi pada organ kelamin.

  1. Ganti Pembalut Ketika Sudah Penuh

Mengganti pembalut memang sangat disarankan, apalagi jika pembalutnya sudah penuh. Selain untuk mencegah kebocoran, mengganti pembalut secara berkala juga bagus untuk menjaga daerah vagina agar tetap bersih. Namun, ada baiknya jika Anda membersihkan vagina sebelum mengganti pembalut. Bersihkan vagina menggunakan air dan keringkan dengan tisu bersih dan lembut.

  1. Jangan Menyemprotkan Air Langsung ke Vagina

Sadar atau tidak, banyak dari Anda yang suka menyemprotkan semprotkan air langsung ke daerah vagina. Alasannya supaya vagina lebih bersih. Namun, tindakan ini sangatlah ceroboh. Mengapa? Semprotan air secara langsung dapat menyebabkan vagina terluka. Apalagi jika tekanan airnya erlalu kencang.

  1. Gunakan Pakaian Dalam Berbahan Lembut

Bahan pakaian dalam yang Anda gunakan juga akan menentukan sehat atau tidaknya vagina. Untuk itu, pilihlah celana dalam (CD) berbahan lembut, seperti katun. Lagipula, kain berbahan katun dapat menyerap keringat secara maksimal. Ketika selangkangan atau vagina sedikit basah, maka airnya akan diserap langsung oleh CD.

  1. Jangan Terlalu Sering Menggunakan Celana Dalam Model G-Strings

Celana dalam model ini memang akan membuat And aterlihat seksi. Apalagi jika Anda sedang berada di pantai. Namun, celana dalam ini sangat mudah menyebabkan iritasi pada vagina. Bentuknya yang hanya menutupi area vagina memiliki gesekan yang cukup tajam ketika Anda bergerak. Selain itu, area vagina juga tidak tertutup sepenuhnya sehingga mudah terkena iritasi.

  1. Hanya Membersihkan Organ Intim Bagian Luar

Banyak dari Anda hanya fokus pada organ intim bagian luar saja, tanpa memperhatikan bagian dalamnya. Walaupun organ intim sangat sensitif, sebaiknya Anda juga peduli pada bagian dalam. Jika bagian dalamnya tidak rutin dibersihkan, maka bau tidak sedap akan menyebar.

  1. Dilarang Menggosok Organ Intim dengan Spons

Ketika Anda ingin membersihkan organ intim, gunakanlah telapak tangan. Jangan pernah menggunakan bahan spons. Selain teksturnya lebih keras, spons mengandung bahan kimia yang tidak baik untuk kesehatan organ intim wanita.

  1. Cuci Organ Intim Selesai Berhubungan Intim

Berhubungan intim itu memang wajar antara suami dan istri. Namun, jangan sampai lupa membersihkan organ kelamin sehabis berhubungan seksual. Tujuannya tak lain untuk mencegah agar bakteri tidak mudah masuk menerobos organ intim. Lagipula, belum tentu benda di sekitar Anda steril 100 persen. Untuk itu bersihkan organ kelaminmu dan pasangan untuk mencegah penularan virus kelamin.

  1. Mencuci Pakaian Dalam Baru Sebelum Memakainya

Banyak dari Anda yang sangat senang jika mengenakan pakaian dalam baru. Namun, pakaian dalam baru belum tentu terbebas dari bakteri. Malahan pakaian dalam baru yang rentan terhadap timbunan bakteri. Bakteri tersebut berasal dari benda atau keranjang tempat meletakkan CD.

Untuk mencegah bakteri masuk ke vagina, sebaiknya cucilah CD yang baru dibeli terlebih dahulu. Pastikan Anda mencucinya dengan bersih dan jemurlah di tempat yang tidak banyak debunya.

  1. Bersihkan Pakaian Dalam Tanpa Kandungan Deterjen

Deterjen adalah bahan pembersih yang terbukti ampuh untuk mengangkat sisa noda dan kotoran yang menempel pada pakaian. Tahukah Anda kalau deterjen tidak baik untuk membersihkan celana dalam?

Deterjen memilik kandungan sabun yang sangat banyak. Pemakaian deterjen secara berlebih memungkinkan sabun masih akan menempel pada celana dalam. Busa sabun yang masih menempel juga sulit dibersihkan. Anda harus membilas celana dalam 5 – 10 kali untuk menghilangkan busa sabun.

  1. Tidak Memakai Celana Dalam Terlalu Ketat

Memakai celana dalam yang ketat membuat bokong lebih terlihat seksi. Namun CD yang terlalu ketat akan menghambat sirkulasi udara pada daerah vagina. Sehingga daerah vagina akan lembab dan berkeringat. Inilah yang dapat menimbulkan bau.

  1. Vaksin HPV

Vaksin sangat bagus untuk mencegah timbulnya virus HIV/AIDS. Perlu Anda ketahui, virus HIV/AIDS sebenarnya tidak hanya ditularkan melalui hubungan intim atau seksual. Akan tetapi, juga berasal dari dudukan toilet yang kotor.

Sebagai antisipasi, sebaiknya para wanita melakukan vaksin untuk memastikan daerah vagina tetap sehat dan tidak terkena infeksi. Proses vaksinasi dapat dilakukan pada wanita yang sudah berumur 9 – 24 tahun. Vaksinasi setidaknya dilakukan sekali seumur hidup.

Berbagai penyakit organ kelamin semakin merajalela terjadi. Untuk menghindari kemungkinan terkena penyakit kelamin, sebaiknya Anda mulai memperhatikan betul kebersihan daerah intim. Bersihkan daerah intim dengan cara yang benar. Ikuti 14 cara di atas untuk membantu Anda merawat daerah kewanitaan agar tetap bersih dan terhindar dari bakteri.

Artikel ini membahas:

  • daerah paling sensitif wanita
  • perawatan
  • perawatan alami daerah sensitif wanita